Baru lulus kuliah & punya pekerjaan pertama, tentu menyenangkan dan lega rasanya. Selain karena sudah bisa punya penghasilan sendiri, ini juga waktu yang tepat untuk membangun rencana keuangan untuk pelan-pelan mewujudkan mimpi yang kamu punya.
Tapi, semua itu hanya bisa terwujud kalau kita bisa mengatur keuangan dengan tepat. Sebab, salah satu tantangan dari punya uang atau penghasilan sendiri adalah mengaturnya. Terlebih kalau kamu lulusan baru, bisa jadi jumlah penghasilanmu masih terbatas. Seiring dengan perkembangan karir atau pekerjaan, pelan-pelan penghasilan juga bisa meningkat!
Makanya, sejak baru punya penghasilan sendiri, kita sudah perlu tahu cara mengatur keuangan yang pas sesuai nominal gaji dan juga prioritas kebutuhan sendiri. Cara sederhananya bisa dimulai dari 5 hal ini:
- Gunakan formula basic 50/30/20 untuk alokasikan gajimu
Kalau nggak tahu harus mulai dari mana, langkah awal yang mudah dan bisa kamu lakukan adalah membagi gajimu berdasarkan persentase 50/30/20. Di mana 50% gaji harus dialokasikan untuk kebutuhan primer seperti tempat tinggal, listrik, air, makanan, dan hal-hal lainnya yang bisa menopang kehidupanmu sehari-hari. Sementara 30% bisa dialokasikan untuk kebutuhan hiburan seperti belanja atau hangout dan juga cicilan. Lalu, 20%-nya lagi perlu dialokasikan untuk tabungan dan asuransi.
Lewat formula ini, kamu sudah bisa menentukan prioritas. Terlebih, kalau saat ini nggak punya cicilan atau keinginan untuk belanja maupun liburan, 30% dari uangmu bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain. Termasuk ditabung untuk memenuhi wishlist dan cita-citamu!
- Selalu catat pemasukan dan pengeluaran sekecil apa pun
Biasanya, “bocor halus” di keuangan bisa terjadi kalau kita lupa sudah pakai uang untuk apa saja dan nggak punya catatan keuangan. Tahu-tahu gaji sudah habis, padahal tanggal gajian berikutnya masih lama.
Di sinilah pentingnya untuk punya catatan keuangan sekecil apa pun pengeluaran dan pemasukan yang kamu dapat. Dengan begitu, kamu bisa punya bahan evaluasi keuangan yang akurat dan tahu ke mana saja perginya uangmu.
- Pastikan punya daftar barang atau prioritas sebelum belanja
Kalau baru punya penghasilan pertama, kita bisa jadi kalap dalam berbelanja dan berlebihan. Selain punya catatan keuangan, punya daftar belanjaan dan prioritas kebutuhan juga sangat penting, sebelum bertransaksi atau belanja di mana pun.
Misalnya, untuk kebutuhan bulanan di rumah seperti makanan, produk kebersihan, dan lain sejenisnya, kamu bisa mulai membuat daftar produk yang dibutuhkan dan kisaran budget atau harganya sebelum pergi ke supermarket dan berbelanja. Saat di supermarket, pastikan kamu tetap disiplin dan mengikuti daftar belanjaan yang sudah dibuat supaya hemat dan uang yang dikeluarkan bisa sesuai budget!
- Jangan dulu daftar akses kredit kalau belum perlu-perlu amat
Selain kartu kredit bank, saat ini ada banyak akses kredit yang layanannya menggiurkan. Salah satu contohnya ada Kredivo PayLater dan pinjaman yang limit kreditnya bisa sampai Rp 50 juta. Sudah gitu, kita bisa pakai Kredivo di e-commerce kayak Shopee, Tokopedia, atau Lazada, bisa juga dipakai di berbagai supermarket, minimarket, dan merchant ternama lainnya.
Kalau belum punya kartu kredit bank, Kredivo bisa jadi pilihan pas buat dicoba. Selain limit yang besar, suku bunga Kredivo juga bersahabat mulai dari 1,99% per bulan dan tenor cicilannya bisa sampai 24 bulan.
Tapi, apakah kita dalam kondisi sudah perlu akses kredit? Sebab, akses kredit pada dasarnya hanya alat pembayaran yang bisa mempermudah transaksi, khususnya dengan adanya opsi cicilan. Namun, tetap ada tagihan yang harus dibayar di kemudian hari.
Sebelum daftar aplikasi kredit kayak Kredivo maupun kartu kredit bank, yuk pertimbangkan lagi apakah benar-benar dibutuhkan?
- Wajib menabung di awal, jangan tunggu uang sisa
Supaya punya sandaran kalau sewaktu-waktu ada kebutuhan darurat, jangan lupa menabung. Dan supaya bisa punya tabungan yang cukup, maka menabung harus diniatkan sejak baru gajian. Jangan tunggu sampai punya uang sisa. Dengan begitu, tabunganmu bisa lebih cepat terisi!