Kapan Perlu Blokir Akun Kredivo dan Apa Konsekuensinya?

Tiga minggu lalu saya dan pacar saya putus. Bukan putus baik-baik juga sebenarnya, ada drama sedikit soal komunikasi yang berantakan di akhir-akhir. Yang bikin saya deg-degan bukan cuma soal hati yang lagi nggak karuan, tapi juga soal hal teknis yang kepikiran belakangan, dulu dia pernah tahu PIN Kredivo saya karena sering bantuin bayarin tagihan pas saya lagi sibuk kerja lembur.

Sejak itu saya jadi parno sendiri. Meskipun kemungkinan kecil dia iseng buka akun saya lagi, tapi tetap aja rasanya nggak nyaman kalau ada orang di luar sana yang tahu kunci masuk ke akun finansial saya. Dari situ saya mulai cari tahu soal blokir akun Kredivo, karena saya butuh jeda buat ganti semua kredensial keamanan tanpa harus kehilangan akun sepenuhnya.

Momen yang Bikin Saya Sadar Ini Penting

Saya sempat mikir, “ah kayaknya berlebihan deh kalau sampai blokir segala”. Tapi begitu saya coba bayangin skenario terburuknya, misalnya dia tiba-tiba pakai limit saya buat transaksi random cuma karena masih inget PIN-nya, saya jadi nggak mau ambil risiko. Lebih baik mencegah daripada mengobati.

Selain kasus kayak saya, ada beberapa situasi lain yang menurut saya sama-sama masuk akal buat ambil langkah ini. Kalau HP kamu ilang dan sempat login di perangkat itu, itu jelas darurat. 

Kalau kamu curiga password atau PIN bocor entah gimana caranya, itu juga alasan yang valid. Intinya, begitu ada keraguan soal siapa aja yang mungkin bisa akses akun kamu, lebih baik ambil langkah pencegahan dulu daripada nyesel belakangan.

Langkah yang Saya Ambil Malam Itu Juga

Nggak nunggu lama, malam itu juga saya langsung buka aplikasi. Masuk ke menu Akun di halaman utama, lanjut ke menu Keamanan, terus pilih Blokir Akun.

Saya diminta milih alasan pemblokiran dari daftar yang tersedia. Karena alasan saya agak personal dan nggak ada di pilihan umum, saya pilih “lainnya” dan tulis sendiri keterangannya secukupnya. Setelah itu tinggal masukin PIN Kredivo buat konfirmasi terakhir. Selesai, nggak sampai lima menit, dan akun saya langsung dalam status terblokir sementara.

Konsekuensi yang Sempat Saya Lupa Pikirkan

Baru setelah blokir berhasil, saya baru sadar ada satu hal yang kelewat saya pertimbangkan. Ternyata selama status blokir aktif, saya juga otomatis nggak bisa transaksi apa pun, termasuk buat kebutuhan saya sendiri.

Untung waktu itu nggak ada tagihan mendesak atau kebutuhan belanja yang harus segera saya proses. Tapi ini jadi pelajaran, sebelum ambil keputusan blokir akun Kredivo, ada baiknya cek dulu apakah ada kebutuhan transaksi yang bakal kepending gara-gara langkah ini. Jangan sampai niatnya mau aman, malah bikin kebutuhan lain jadi keteteran.

Kenapa Saya Nggak Langsung Hapus Akun Sekalian

Sempat kepikiran juga buat sekalian hapus akun total biar nggak mikirin lagi. Tapi saya urungkan, karena Kredivo PayLater masih sering saya pakai buat bayar tagihan bulanan dan sesekali cicilan barang dengan opsi tenor yang fleksibel, mulai dari 1 bulan 0% Bunga & Admin sampai cicilan lebih panjang dengan bunga mulai 1,99 persen per bulan. Limitnya yang sampai Rp50 juta buat member Premium juga jadi alasan saya buat pertahankan. Siapa tahu butuh untuk kondisi tidak terduga. 

Blokir sementara jadi jalan tengah yang paling masuk akal buat situasi saya. Begitu saya udah selesai ganti PIN dan pastiin keamanan akun kembali sepenuhnya di tangan saya sendiri, saya tinggal buka blokirnya lagi dan semua fitur bisa dipakai normal seperti biasa. 

Kalau kamu lagi ada di posisi yang mirip, entah soal hubungan yang berakhir kurang mulus atau sekadar merasa ada yang tahu kredensial akun kamu, jangan ragu ambil langkah ini lebih dulu sebelum masalahnya jadi lebih runyam.